Minggu, 24 Januari 2010

DIARY

Uh, kau tahu betapa kesalnya aku hari ini...??
Kesal sekali. KEEESSSAAALLLL SEKALEEE........


Dengan susah payah aku mengerjalan soal ulangan Bahasa Indonesia-ku. Tapi meski begitu, nilaiku hanya 70..!! Bayangkan, hanya 70..!!
Bagiku, 70 adalah nilai yang mengerikan. Bahkan memalukan..!!
Aku yang mengikuti FLS2N bidang cerpen tingkat nasional, hanya mendapat nilai 70..?? Apa kata dunia..??


Memang sih, meski aku telah mendapat sertifikat nasional, belum tentu nilai ulanganku akan selalu bagus. Aku sadar akan hal itu.
Tapi tetap saja, aku tak ingin nilai 70.


Sebenarnya, aku telah belajar tentang bagaimana menjalani kehidupan ini. Tentang hidup ini yang penuh suka, duka, derita, tangis, tawa. Tentang kita yang harus selalu bersyukur dalam keadaan apapun. Tentang kita sebagai manusia biasa, yang harus menyadari bahwa ada kekuatan besar yang mengatur hidup kita.

Dengan semua pelajaran tentang kehidupan yang ku dapatkan, aku belajar untuk menerimanya. Meski itu sama sekali tak menyenangkan. Jauh sekali dari kata bahagia. Aku telah mengikhlaskannya.


Tapi taukah kau, apa yang lebih membuatku kesal..??


My classmates. Ya, mereka. Tapi tidak semuanya. Hanya beberapa orang saja.


Tau kenapa?
Begini, saat aku bersusah payah untuk menjawab soal-soal ulangan Bahasa Indonesia, temanku yang lain malah sibuk untuk mengintip kunci jawabannya..!! Uh betapa kesalnya aku. Jika saja aku punya kuasa, aku ingin mengeluarkan mereka dari sekolah. Oke, mungkin itu agak berlebihan. Tapi inilah akibat dari kesalku yang memuncak.
Huh, nilai mereka pasti akan lebih bagus dari nilaiku. Dan aku tak mau itu terjadi.


Setelah rasa kesalku reda, ada sebuah ilham kudapatkan. Mungkin ilham itu diantarkan oleh para peri-peri imut tadi. sssttthhh, jangan katakan ini pada siapapun. Ini rahasia, oke? Aku sedang duduk di bangkuku, saat aku menatap langit abu-abu lewat jendela kelasku. Saat itulah aku melihat dua peri mungil terbang ke kahyangan. Lamat-lamat ku dengar tawa mereka.


Kembali ke masalah ilham yang kuceritakan tadi. Kau tahu apa ilham yang kudapatkan?

Meski nilaiku hanya 70, setidaknya aku mendapatkannya dengan cara yang halal. Nilai itu benar-benar murni. Untuk apa nilai bagus, tetapi didapatkan dengan cara tak halal. Huh.. bukannya itu lebih memalukan?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar