Saat kau terbang tinggalkanku
Kegelapan telah merenggut hidupku
Aku ditarik ke dunia antah berantah
Dipermainkan oleh fatamorgana yang tak nyata
Semua impian dan obsesiku terhadapmu,
dilucuti paksa dengan sadis
Aku dicambuki kekecewaan dan amarah tanpa ampun
Batin, hatiku, tersayat-sayat
Menyisakan luka menganga yang perihnya tak terhingga
Tahukah kau akan semua itu?
Mungkin kau anggap semua itu tak penting bagimu
Sebab kau adalah pangeran mempesona yang angkuh
Betapa bodohnya diriku, karena menggilaimu
Entah virus apa yang telah meracuniku
Tapi, ku mohon pada dirimu wahai sang penguasa hatiku
Dengarkanlah sejenak alunan dari hatiku
Meski aku hanyalah upik abu yang kumal
Aku akan tetap mencintaimu
Tak ada satu insan pun yang berhak melarangku
Bahkan keangkuhanmu tak akan dapat membuat cintaku rapuh
Tidak ada komentar:
Posting Komentar