Aku benci, benci sekali..!! Benci mendengar bahwa aku kalah, bahwa aku pecundang, bahwa aku tak bersinar lagi, bahwa orang lain lebih hebat dari aku. Akh, kata-kata itu membuatku gila. Rasanya ingin ku remuk bumi. Ingin ku sobek langit. Oke, mungkin itu agak berlebihan! Tapi seperti itulah perasaanku.
Katanya nilaiku merah.
Katanya aku harus mengulang.
Katanya aku tak lulus dalam pelajaran ini dan itu.
Katanya aku payah.
Katanya aku kalah.
Katanya aku bukan yang terbaik.
Katanya mereka lebih baik dariku
Katanya mereka lebih hebat dariku.
Katanya mereka bla bla bla, dan aku bla bla bla.
Katanya aku bla bla bla, dan mereka bla bla bla.
You know, I will be crazy.
Ku coba mengendalikannya, mencoba mengendalikan gemuruh amarah ini. But, I can't. Aku terlalu lemah. Aku dikalahkan diriku sendiri.
Ya, ya, ya. Sudah ku coba ragam cara. Aku mengingatkan diriku sendiri, bahwa ada kekuatan besar yang mengatur semuanya. Bahwa kita hanya bisa berencana, dan Dialah yang menentukan. Bahwa di atas langit masih ada langit. Bahwa Tuhan tak pernah memberikan apa yang kita inginkan, tapi Tuhan memberikan apa yang kita butuhkan.
But, semua percuma. Aku hancur. Hatiku remuk. Perasaanku seperti ditusuk sejuta jarum. Sakit sekali..!!
Sekali lagi, aku tertungkus lumus dalam lara. Ingin ku tengadahkan tangan memohon pada-Nya. Tapi urung ku lakukan. Kurasa Ia sudah bosan dengan keluhku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar