Hari ini aku dapati tawa itu
Melebur bersama peluh di terik siang
Tawanya lepas, pecah menjelma partikel
Beberapa bagian dari partikel itu
Menembus kulit dan merembes bercampur darah
Seketika bulu kudukku berpose tegak
Degup jantungku memburu tak beraturan
Ada rasa aneh terselip kala ku dapati tawa itu
Entah apa, aku tak tahu
Aku rengkuh proton dan elektron dalam partikelnya
Hendak jadikan mereka neutron
Tapi gravitasi menarikku paksa
Aku berpijak di bumi lagi
Baiklah, ku biarkan saja tawa itu
Pecah, menyatu, dan kemudian lenyap
Tak ingin ku kekang tawa itu
Biarkan sajalah...
Tawa itu menyapukan pelangi di hatiku
MAN Insan Cendekia Gorontalo, 29 Juli 2010
Tidak ada komentar:
Posting Komentar