Oleh: Yuditya / Chinatsu
Bangga? Ya iyalah! Malah wajib! Kudu harus! Siapa yang gak bangga coba, berteman dengan penulis sekaliber Gola Gong, Kurnia Effendi, Asma Nadia, Helvy Tiana Rosa, Donatus A. Nugroho, mayokO aikO, Putra Gara, Reni Erina, Ken Terate, Triani Retno (Teera), Erry Sofid, dan banyak lagi (saking banyaknya, sampe lupa). Apalagi mereka semua ramah-ramah dan tidak sombong. Asli! Beneran! Mereka baaaaiiiikkk banggeetttt!! Mereka bersedia menjawab pertanyaan-pertanyaan sepele dari penulis amatiran (yang hingga kini belum memiliki karya yang diterbitkan atau pun dimuat, menyedihkan T_T).
Mereka happy-happy aja tuh saya gangguin. Malah mereka selalu memotivasi saya, memberikan suplemen penyemangat, bahkan dengan tulus ikhlas mengajari saya ragam ilmu. Ciieee. Sampe saya jadi terharu dan bertanya-tanya. Kok mereka mau ya? Padahal gak ada untungnya buat mereka. Rupanya mereka menganut paham ilmu padi. Tahu kan? Ituu lhoo, "KIAN TINGGI, KIAN MERUNDUK" (eh, apa menunduk ya? *jiahh, gubrak!). Bertambahlah rasa kagum dan rasa salut saya pada mereka. MEREKA BENAR-BENAR HEBAT!! MEREKA JUGA KERENN!! *huahh, gak gak gak kuat. gak gak gak kuat.
Bukan cuma penulis senior, tapi para penulis muda (yang berbakat) juga! Ada Zen Horakti, Nurhudayanti Saleh (Asya Ran), Haris Firmansyah Hirawling (ini favorit saya. hehe), Yolla Miranda, Glen Alexei, lalu.. *siapa lagi ya? aduh, kenapa tiba-tiba jadi amnesia begini? Pokoknya banyak deh.. Mereka juga gak kalah hebat, lho. Mereka adalah generasi penerus bangsa yang membanggakan! *hip hip! huray!
Pertanyaannya sekarang.
Kapan saya bisa seperti mereka? Apakah saya bisa bertahan hidup hanya dengan menulis seperti beberapa penulis senior? Apakah karya saya bakal diterima masyarakat? Apakah saya bisa membuat pembaca tersenyum bahkan tertawa, hingga menangis terisak, ketakutan, dan kecanduan pada buku saya? Apakah saya bisa meniti jejak sukses mereka?
Entahlah..
Kadang ada sebersit rasa iri yang tumbuh hingga mekar di lubuk hati terdalam *halah
Saya hanya bisa menjadi penonton. Penonton kesuksesan mereka. Penonton keberhasilan mereka dalam menghasilkan karya emas. Sekaligus menjadi penggemar. Penggemar maha karya mereka. Penggemar hasil imajinasi mereka yang luar biasa.
Sering saya mengurut dada dan meneguhkan hati. Percaya bahwa SAYA PUN BISA! Suatu saat nanti, pasti impian saya akan terwujud! Kuncinya adalah terus berusaha dan pantang menyerah. Terus belajar dan jangan pernah letih menulis, menulis, dan menulis.
YUDIT, YOU DID IT! ;D
Tidak ada komentar:
Posting Komentar