Butuh waktu lama bagi saya untuk siap dan menguatkan hati demi menguntai baris-baris frasa ini. Ada luka yang belum kering. Ada perih yang belum usai. Ada duka yang masih bergelayut.
Betapa semua ini mengiris batin secara beruntun. Luka satu belum sepenuhnya beranjak, tapi luka lain malah menyapa.
• MATATTA LULUS
Yah, akhirnya MATATTA LULUS!! Dengan prestasi yang gemilang, dan itu artinya PR untuk GALAXIII dan MIZUMOUZA. Harus lebih baik dari angkatan sebelumnya!! *Fiuh
Pertanyaannya, lalu apa yang terjadi setelah mereka lulus? Bukankah seharusnya ini bagus untuk kemaslahatan umat? Bagaimana tidak, tak akan dijumpai lagi rupa-rupa galak dan tatapan sinis mereka lagi.. *hehe, peace ^_^v
Awalnya sih begitu damai. Tapi lama-lama KANGEN!! Kangen sama muka galak mereka. Kangen sama tatapan sinis mereka. Kangen sama ujaran pedas mereka. Kangen sama bentakan-bentakan tak berhati mereka waktu di Masa Orientasi Siswa. Kangen sama suara menggelegarnya Kak ****. Pokoknya intinya. Ada yang terasa kurang pas tanpa mereka. Betapa sunyinya asrama.. :')
• UMI VICE, UMI RIALITHA, DAN USTAD SIGIT PERGI!!
Aduh, apa yang terjadi pada guru Bahasa Indonesia? Kenapa kompak banget ninggalin kita? Nanti yang nilai blue print siapa? Nanti yang nanyain 'apa kabar' siapa? Yang urus UKP SASTRA dan KIR siapa? Yang bantuin kakak kelas bikir KIR siapa? Dan yang paling penting, siapa yang ngajar BAHASA INDONESIA? *hiks T_T
Ustad Sigit juga! Kenapa malah ikut-ikutan? Rupa coolnya, kesabarannya, senyumannya, tangan emasnya. Ah, Ustad Sigit.. Tidakkah ini terlalu cepat? Kami masih perlu bimbingan dan motivasi dari Ustad.. *T_T
• JALAN LAIN OLEH ALLAH UNTUK AULIA RAHMAN DAN DWI PUTRA ARIJADI
*menarik napas panjang
Tak banyak yang bisa saya untai. Karena memang saya tak ingin menguntainya. Seperti yang sudah saya bilang. Ada luka yang belum kering. Tapi saya yakin, inilah yang terbaik. Karena Ia mengetahui apa yang kita tak ketahui. Tapi yang jelas, meskipun jalan kita berbeda, saya yakin. Sangat yakin bahwa sampai kapan pun, Aulia Rahman dan Dwi Putra Arijadi akan tetap menjadi bagian dari puzzle MizuMouza. Selamanya akan tetap menjadi bagian yang tak terpisahkan dari MizuMouza. Selamanya kita akan menjadi ikatan yang kuat dan tak terkalahkan!
MizuMouza ♥ kalian.. ♥♥♥Butuh waktu lama bagi saya untuk siap dan menguatkan hati demi menguntai baris-baris frasa ini. Ada luka yang belum kering. Ada perih yang belum usai. Ada duka yang masih bergelayut.
Betapa semua ini mengiris batin secara beruntun. Luka satu belum sepenuhnya beranjak, tapi luka lain malah menyapa.
• MATATTA LULUS
Yah, akhirnya MATATTA LULUS!! Dengan prestasi yang gemilang, dan itu artinya PR untuk GALAXIII dan MIZUMOUZA. Harus lebih baik dari angkatan sebelumnya!! *Fiuh
Pertanyaannya, lalu apa yang terjadi setelah mereka lulus? Bukankah seharusnya ini bagus untuk kemaslahatan umat? Bagaimana tidak, tak akan dijumpai lagi rupa-rupa galak dan tatapan sinis mereka lagi.. *hehe, peace ^_^v
Awalnya sih begitu damai. Tapi lama-lama KANGEN!! Kangen sama muka galak mereka. Kangen sama tatapan sinis mereka. Kangen sama ujaran pedas mereka. Kangen sama bentakan-bentakan tak berhati mereka waktu di Masa Orientasi Siswa. Kangen sama suara menggelegarnya Kak ****. Pokoknya intinya. Ada yang terasa kurang pas tanpa mereka. Betapa sunyinya asrama.. :')
• UMI VICE, UMI RIALITHA, DAN USTAD SIGIT PERGI!!
Aduh, apa yang terjadi pada guru Bahasa Indonesia? Kenapa kompak banget ninggalin kita? Nanti yang nilai blue print siapa? Nanti yang nanyain 'apa kabar' siapa? Yang urus UKP SASTRA dan KIR siapa? Yang bantuin kakak kelas bikir KIR siapa? Dan yang paling penting, siapa yang ngajar BAHASA INDONESIA? *hiks T_T
Ustad Sigit juga! Kenapa malah ikut-ikutan? Rupa coolnya, kesabarannya, senyumannya, tangan emasnya. Ah, Ustad Sigit.. Tidakkah ini terlalu cepat? Kami masih perlu bimbingan dan motivasi dari Ustad.. *T_T
• JALAN LAIN OLEH ALLAH UNTUK AULIA RAHMAN DAN DWI PUTRA ARIJADI
*menarik napas panjang
Tak banyak yang bisa saya untai. Karena memang saya tak ingin menguntainya. Seperti yang sudah saya bilang. Ada luka yang belum kering. Tapi saya yakin, inilah yang terbaik. Karena Ia mengetahui apa yang kita tak ketahui. Tapi yang jelas, meskipun jalan kita berbeda, saya yakin. Sangat yakin bahwa sampai kapan pun, Aulia Rahman dan Dwi Putra Arijadi akan tetap menjadi bagian dari puzzle MizuMouza. Selamanya akan tetap menjadi bagian yang tak terpisahkan dari MizuMouza. Selamanya kita akan menjadi ikatan yang kuat dan tak terkalahkan!
MizuMouza ♥ kalian.. ♥♥♥
Semua udah ada jalannya. Jalani dengan ikhlas dan bijak jo...
BalasHapusyup...
BalasHapusAllah selalu memberikan yang terbaik untuk hambaNya.. :)