PERSIAPAN MALAM INAGURASI
Untuk menutup acara MASA ORIENTASI SISWA yang penuh dengan perjuangan para generasi ayye, diadakanlah acara MALAM INAGURASI. Jadi, nanti akan ditampilkan beragam macam atraksi dari provinsi a.k.a daerah masing-masing. Provinsi Banten akhirnya bergabung dengan Provinsi Jawa Barat, karena siswa dari kedua provinsi tersebut minim *maksudnya jumlahnya yang minim* dan karena latar belakang bahasanya yang sama. Sementara itu, Provinsi Sumatra Utara, Riau, NTT, Maluku, Kep. Riau, dan e... emm... maav authornya lupa, membentuk provinsi baru *ekhh, engggagg!! duh, authornya ngaco..!! -_-* maksudnya bergabung menjadi satu grup. Karena masing-masing dari provinsi di atas, hanya diwakili satu orang. Dan provinsi lainnya tetap pada provinsinya masing-masing. Provinsi yang paling rame ituw, dari Gorontalo. Secara, khan tuan rumah, jadi wajar lah.. Kami berjumlah 29 orang..
Rencanya, kami (baca: segenap keluarga besar Gorontalo) akan menampilkan dua atraksi. Pertama, tarian SARONDE yang akan dibawakan oleh kelompok putri. Kedua, paduan suara yang akan dibawakan oleh kelompok putra. Persiapan mulai dilakukan. Mulai dari aksi panggung, kostum, dan tentu saja kepercayaan diri. Tapi, tiba-tiba sebentuk, ekh sebutir, ekh sepanci, ekh setoples, duhh maksudnya sebuah berita tak menyenangkan menghampiri kami. Pihak madrasah tidak mengijinkan penampilan tarian dalam bentuk apapun. Huwaaa...!! Kami panik seketika..!!
Di sore sebelum malam inagurasi, kami pemuda pemudi dari Gorontalo dikumpulkan. Untuk membahas rancangan amandemen UUD 1945 dan pembangunan Gedung MPR yang baru *koplak..!! ini hanya ada dalam khayalan authornya. semoga dapat terealisasikan*
saia ulangi..
Di sore sebelum malam inagurasi, kami pemuda pemudi dari Gorontalo dikumpulkan. Untuk membahas masalah penampilan kelompok putri yang dicekal. Awalnya, kami (baca: kelompok putri) berniat untuk tidak menampilkan atraksi apapun. Dengan kata lain, kami merajuk. Karena pencekalan terjadi di menit-menit menuju malam inagurasi.
Tapi,
"Jangan bagitu. Masa' so mow menyerah. Torang khan tuan rumah. Buktikan kalo torang itu bisa. Bahwa torang itu yang terbaik," ucap Kak Achun menyemangati.
Artinya:
"Jangan seperti itu. Masa' mau menyerah. Kita ituw khan tuan rumah. Buktikan kalo kita ituw bisa. Bahwa kita itu yang terbaik," ucap Kak Achun menyemangati.
Untaian kata yang keluar dari mulut Kak Achun membuat kami bersemangat lagi. Ia benar-benar mampu menyuntikkan semangat yang luar biasa kepada kami. *makasiihh, kak Achun... that's very kind of you..*
Akhirnya diputuskan bahwa kami selaku keluarga besar Gorontalo, akan menampilkan paduan suara. Jadi, kelompok putra dan putri bergabung menyanyikan lagu Hulontalo Lipu'u..
Huwaa...!! Bayangkan!! Kami hanya punya waktu kurang dari 2 jam untuk menyiapkan penampilan kami. Bagaimana bisa? Tapi sekali lage, tanpa kenal lelah dan tanpa pamrih, Kak Achun dengan setia mendampingi dan membimbing kami yang rada bandel ini.
Katanya: "tetap semangat..!! With THE POWER OF KEPEPET, kita PASTI BISA.."
Dengan waktu yang benar-benar minim, kami pun latihan.
Latihan pertama, GAGAL TOTAL. Sama sekali tak ada kemistri!! *hallah*
Latihan kedua, AGAK NYARIS MEMBAIK. Tapi belom ada harmonisasi yang tercipta.
Latihan ketiga, AGAK MEMBAIK. Saiang, masih ada nada-nada yang kurang pass a.k.a fallss a.k.a false..
Latihan kemudian dilanjutkan setelah makan malam.
Latihan keempat, BENAR-BENAR FALSE.. Sama sekali tak ada unsur keindahannya.
Latihan kelima, MULAI MEMBAIK.. Tapi, tawa dari mulut-mulut kami yang bandel mengacaukan segalanya.
Latihan keenam, TAMBAH MEMBAIK.. Mulai terlihat adanya harmonisasi dalam perpaduan vokal putra dan vokal putri.
Tiba-tiba.. Qomat Isya dikumandangkan. Latihan pun diakhiri, dan kami spontan berlari ke mesjid. Tentu saja, kami tak ingin MASBUK MASAL terjadi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar