Kamis, 25 Agustus 2011

PENAMPAKAN DUA SISI SUSI

Buku Kumcer : DUA SISI SUSI

BUKU PALING MEMATIKAN abad ini...
inilah penampilan pertama BUKU PALING MEMATIKAN abad ini:





  • Di Atas Piring Hitam
Akar ide dari cerpen ini adalah dari sebuah lagu--Cannibal by Ke$ha. Saya terinspirasi cerpen bertema kanibal dari baris ini: I eat boys up, breakfast and lunch, and when I'm thirsty, I drink their blood. Tepat saat ujian tengah semester--sekitar awal Januari, saya dapat inti ide dari cerpen ini, saya buat alurnya, saya tambah bumbu-bumbunya. Saya tuliskan inti-inti tersebut di balik lembar soal. Dan, saya siap menuliskan cerpen tersebut. Tapi, itu hanya rencana. Ide cerpen itu hanya ingin tidur di dalam otak saya. Sampai ketika lomba kumcer Susi diumumkan, saya teringat kembali ide cerpen ini, lalu mencoba menuliskannya (Alvi Syahrin - penulis Di Atas Piring Putih) 


  • Sekilas GAUN PENGANTIN HITAM
Langit mendung menaungi area TPU dimana Mama dan Susi dimakamkan. Susan bergegas turun dan melangkah masuk kedalam. Setelah memarkir mobil, Morgan kemudian menyusul dan duduk disamping Susan yang bersimpuh di makam Mama. Setelah selesai berdoa di makam Mama, Morgan kemudian beralih ke makam Susi. Namun, mata Morgan terbelalak. Nama di nisan itu membuatnya kehabisan nafas. Blar! Suara petir di langit membuat Morgan terbangun. Peluh membasahi sekujur tubuhnya. Ternyata cuma mimpi. Tapi, entah kenapa setelah itu ada sesuatu yang mendesak Morgan, menuntunnya untuk pergi ke makam Susi. Awalnya Morgan ingin menunggu Susan, tapi karena Susan belum pulang dia lantas memutuskan untuk pergi sendiri. Tak sulit bagi Morgan menemukan makam Susi, karena dulu dia pernah menemani Susan berziarah ke kuburan Mamanya. Ketika menemukan kuburan Susi, tubuh Morgan seketika membeku. Jantungnya berdetak dua kali lebih cepat. Nama yang terukir di batu nisan itu adalah….

Ketika Mas Aiko memposting lomba DUA SISI SUSI di grup Cendol, aku menggigil. Naluriku bilang kalau aku harus ikut dan... menang. Dari sana pencarian ide pun di mulai. Di saat saat penggodokan materi, penciptaan karakter, setting waktu dan tempat, dll untuk cerpen yang akan aku ikut sertakan itulah, kesehatanku sempat drop, aku sempat menderita meriang sekujur badan selama dua hari karena terlalu serius memikirkan akan jadi apa cerpen Susi-ku nanti,. Kau tahu? Setiap saat waktu itu, sebelum aku meng-ending-kan Susi-ku, bulu kudukku selalu meremang. Ku tak tahu apa maknanya. Yang jelas, ada sebuah ‘desakkan halus’ yang tak kasat mata yang terus mem push aku untuk segera menyelesaikan cerita Susi-ku. (Lonyenk Rap - penulis Gaun Pengantin Hitam)


1 komentar: